Showing posts with label Jawa - Indonesia A. Show all posts
Showing posts with label Jawa - Indonesia A. Show all posts

Saturday, February 18, 2012

adang

Adang itu artinya "memasak".

Bisa juga diartikan : menanak. Tapi tembung adang ini hanya khusus untuk sesuatu yang bisa di makan.

Kalau untuk sesuatu yang hanya bisa diminum, bisanya menggunakan kata godhog (godhok) atau nggodog (nggodok). Artinya merebus.

Aku lagi adang sego telo
Aku baru (sedang) menanak "nasi singkong".

Catatan : nasi singkong ini saya terjemahkan secara apa adanya. Sego = nasi, Telo = singkong (ubi kayu). Maksudnya bukan saya sedang memasak nasi kemudian ditumpangi singkong di atasnya. Namun menanak beras yang ketika sudah setengah matang, diangkat dan dicampuri dengan singkong yang sudah digerok lantas di tanak lagi. [[ kata digerok ini merupakan bentuk pasif dari kata kerja nggerok. Adapun kata bendanya adalah gerok atau gerokan. Gerok atau gerokan ini merupakan semacam alat parut tradisional sekaligus manual. Hasil dari tindakan meng-gerok itu nantinya akan lebih besar-besar, panjang-panjang dan agak kasar. Berbeda dengan alat parut yang sama-sama tradisional-manual namun relatif menghasilkan parutan yang lebih halus. Hmmm.. apa ya, padanan kata gerok yang lebih pas dalam bahasa Indonesia itu? pokoknya begitu lah... he,,,he,, moga paham. Bagi yang mau menambahkan catatan, saya persilahkan. Dengan catatan, dalam bahasa Jawa itu ada alat gerok dan alat parut. Keduanya berbeda meski sama-sama manual-tradisional ]].

Aku lagi nggodok banyu
Aku baru (sedang) memasak air.

--------------

Lagi ngadangke sopo, Yu?
Sedang measakkan siapa, Mbak?

ora adang. namung nggodok banyu kanggo nggawe wedang ngko bengi
Ndak masak. Cuma ngrebus air untuk bikin minuman ntar malam.

Lha arep ono gawe opo?
Emangnya mau ada (sesuatu atau kerjaan) apa?

ora ono opo-opo. mung nggo cawis-cawis bojoku wae. Akir-akir iki wonge kerep nglembur nganti wengi-wengi. [[ mung = namung, nggo = kanggo ]]
Tidak ada apa-apa. Cuma untuk persediaan suamiku aja. (sebabnya) Akhir-akhir ini dia hampir bisa dastikan (kerja) lembur sampai tengah malam.

oh... tak kiro ape ono gawean opo ngono. kok nglembur nganti wengi-wengi gawe opo ?
oh... kirain ada sesuatu apa gitu. (ngomong-ngomong / btw) kok nglembur sampai tengah malam, bikin apa?

Hayo tebak, bikin apa hayo?

abrag atau abrak

Ada yang menyebut bahwa abrag merupakan bahasa Jawa yang tergolong dalam jenis Krama (K) sekaligus Ngoko (Ng). Artinya, tembung (kata) ini merupakan istilah yang elastis. Ia bisa digunakan oleh siapa saja dan untuk siapa saja juga. Mau untuk ayah, boleh. Mau untuk Ibu, boleh. Mau untuk si Adik, juga boleh. Kalau untuk si Dia? Hmmm.. angsal-angsal mawon (boleh-boleh saja).

Tapi diingat y… kata “Abrag” ini juga ada yang menuliskannya menggunakan huruf “K” alias bukan pakai huruf “G”. Jadinya begini: Abrak.

Padanan artinya begini :
1) alat
2) peralatan
3) perkakas
4) barang

Karena arti umumnya sedemikian itu, maka tak jarang kata “abrag” juga diartikan sebagai :
1) barang pecah-belah
2) perabotan rumah tangga
3) peralatan atau perlengkapan kerja

Untuk arti yang lebih jauh lagi, kadang juga diartikan sebagai :
1) bekal makanan
2) pakaian sekaligus asesorisnya
3) sandangan sekaligus makanan
4) sesuatu yang bikin seseorang tampak kerepotan membawanya

Kok nggowo abrakan semunu (semono) akehe ape no ndi leh, Kang?
Kok membawa “abrakan” segitu banyaknya, mau ke mana sih Kang?

Tembung Abarakan ini merupakan kata benda yang mendapat akhiran “an”. Arti katanya menyesuaikan keadaan yang tampak di mata orang yang bertanya. Jika abrakan itu dalam konteks barang pecah belah, artinya seputaran barang pecah belah juga. Misalnya, piring, gelas, panci, tungku, lan sak panunggalane (dan lain sebaginya).

Catatan : kallimat di atas menggunakan dialek Bahasa Jawa yang sering saya temui di kawasan pantai utara (pantura) Jawa. Lebih khusus lagi di daerah Pati. Identitas kata yang khas adalah kata “leh” dan budaya memperpendek istilah. Semisal, kata “ndi” yang berasal dari kata “ngendi” (mana).

Nggowo abrakan adoh-adoh, malah ra kanggo.
Bawa perkakas (dari) jauh-jauh, malahan ngga’ kepake’

Monday, February 13, 2012

Aku

aku adalah

Asu

asu adalah asu :)